Kamis, 10 Juni 2021
Rabu, 09 Juni 2021
Manajemen Persiapan Ijin Operasional Sekolah
Ijin Operasional sekolah merupakan suatu keharusan yang harus dilakukan oleh Sekolah yag didirikan oleh Yayasan. Sekolah dalam proses Ijin opersional sekolah setidaknya harus menyiapkan berkas-berkas yang ada sehingga ketika ketika Ijin Operasional Sekolah sudah waktunya perpanjangan, sekolah tidak lagi-tergesa-gesa dalam menyiapkan kegiatan ini.
Ijin Operasional sekolah merupakan sebuah keharusan yang dilakukan oleh sekolah swasta yang akan mengingat IOS akan mempengaruhi salah satunya terhadap bantuan maupun akreditasi. Perlu diketahui bahwa sekolah yang mati IOS nya tidak bisa terakreditasi mengingat IOS merupakan Indikator Mutlak yang harus dipenuhi sekolah untuk ikut akreditasi.
Ijin opersioanl sekolah memiliki masa berlaku 1 (satu) sampai dengan 3 tahun (tahun). Oleh karena itu untuk memudahkan kegiatan ini sebaiknya berkas-berkas yang sudah ada dimasukkan ke dalam Google drive sehingga kapanpun dimanapun berkas yang dicari akan lebih mudah.
Berkas-berkas yang diunggah kedalam google drive seharusnya sudah difile ke pdf, hal ini dimaksudkan agar ketika memasukkan dalam JOSS/Aplikasi IOS dapat dengan mudah.
Contoh pengelolaan Managemen IOS dapat didownload disini
Pedoman Teknis Pembelajaran Tatap Muka Cabang DInas Pendidikan Kabupaten Malang
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengadakan percobaan Pembelajaran Tatap Muka terbatas mulai tahun pelajaran lalu, dan tetap akan dilaksanakan pembelajaran Tatap muka untuk tahun pelajaran 2021/2022. Akan tetapi aspek Keselamatan dan kesehatan peserta didik, Tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan dipastikan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu melalui Cabang dinas wilayah Pendidikan Kabupaten Malang, disusun pedoman teknis kegiatan Pembelajaran Tatap Muka yang dapat menjadi pedoman satuan pendidikan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran
Pedoman/Petunjuk teknis Pembelajaran Tatap muka cabang dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten malang dapat didownload disini
Sedangkan Form Persiapan Pembelajaran tatap muka Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Malang dapat didowload disini
Kelengkapan baru untuk proposal kegiatan Tatap Muka terbatas dapat didownoload disini
Rabu, 14 April 2021
Analisis Butir Soal
Alat evaluasi yang berupa tes tertulis harus memiliki karakteristik atau syarat-syarat sebagai alat evaluasi yang baik, diantaranya harus memenuhi syarat validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, sebaran kunci jawaban, dan efektifitas pengecoh serta sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan diukur. Oleh karena itu menganalisis butir soal harus merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang tidak dapat ditinggalkan. Sangat penting bagi guru untuk menentukan mana soal-soal yang cacat atau tidak berfungsi penggunaannya. Pendidik perlu meningkatkan kualitas butir soal melalui analisis terhadap komponen-komponen utama dari tiap-tiap butir soal yang meliputi (1) validitas (2) reliabilitas (3) tingkat kesukaran, (4) daya pembeda, (5) sebaran kunci jawaban, dan (6) efektifitas pengecoh soal. Salah satu tujuan dilakukannya analisis adalah untuk meningkatkan kualitas soal, yaitu apakah suatu soal (1) dapat diterima karena telah didukung oleh data statistic yang memadai, (2) diperbaiki, karena terbukti terdapat beberapa kelemahan, atau bahkan (3) tidak digunakan sama sekali karena terbukti secara empiris tidak berfungsi sama sekali.
Pengertian Analisis Butir Soal:
Kegiatan menganalisis butir soal merupakan proses pengumpulan, peringkasan dan penggunaan informasi dari jawaban siswa untuk membuat keputusan tentang setiap penilaian (Nitko, 1996).
Tujuan analisis butir soal :
- mengkaji dan menelaah setiap butir soal agar diperoleh soal yang bermutu sebelum digunakan.
- membantu meningkatkan kualitas tes melalui revisi atau membuang soal yang tidak efektif
- mengetahui informasi diagnostik pada siswa, sudahkan mereka memahami materi yang telah diajarkan
Manfaat analisis butir soal :
- membantu para pengguna tes dalam evaluasi atas tes yang digunakan
- sangat relevan bagi penyusunan tes informal dan lokal (seperti tes yang disiapkan guru di kelas)
- mendukung penulisan butir soal yang efektif
- secara materi dapat memperbaiki tes di kelas
- meningkatkan validitas dan reliabilitas soal
- menentukan apakah suatu fungsi butir soal sesuai dengan yang diharapkan
- memberi masukan kepada siswa tentang kemampuan dan sebagian dasar untuk bahan diskusi di kelas
- memberi masukan kepada guru tentang kesulitan siswa
- memberi masukan pada aspek tertentu untuk pengembangan kurikulum
- merevisi materi yang dinilai atau diukur
- meningkatkan keterampilan penulisan soal
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2021 Tentang SNP
Rabu, 24 Maret 2021
Persiapan Dokumen Akreditasi
Dalam Kegiatan Akreditasi Sekolah berdasarkan Instrumen Akreditasi Satuan Pendidikan Tahun 2020 terdapat 3 (tiga) Hal yang harus diperhatikan. Ketiga Hal tersebut adalah :1). Instrumen Butir Inti dan Kekhususan, 2) Indicator Pemenuhan Relatif dan 3) Indicator Compliance Mutlak. Pada Instrumen Butir Inti dan Kekhususan dibagi menjadi 4 (empat) Komponen yang terdiri dari 1. Mutu Lulusan, 2. Proses Pembelajaran, 3). Mutu Guru dan 4) Manajemen Sekolahan.
A. Pada Instrumen Butir Inti terdiri dari :
a. Mutu Lulusan terdapat 11 Butir, yaitu pada butir 1 sd 11,
b. Proses Pembelajaran terdapat 7 Butir yaitu pada butir 12 sd 18
c. Mutu Guru terdapat 4 Butir yaitu pada butir 19 sd 22
d. Manajemen Sekolahan terdapat 13 yaitu pada butir 23 sd 35
B. Pada Instrumen Butir Kekhususan terdiri dari
a. Mutu Lulusan terdapat 2 Butir, yaitu pada butir 36 sd 37,
b. Proses Pembelajaran terdapat 2 Butir yaitu pada butir 38 sd 39
c. Mutu Guru terdapat 1 Butir yaitu pada butir 40
d. Manajemen Sekolahan terdapat 4 yaitu pada butir 41 sd 44
Komponen butir Inti dan Kekhususan memiliki skor 1 - 4. Komponen Butir Inti dan Kekhususan memiliki skor total sbanyak 85 % dari total keseluruhan
C. Indikator Pemenuhan Relatif.
Indikator Pemenuhan Relatif pada Instrumen IASP 2020 khusus SMK terdapat 10 Komponen, 10 (sepuluh) Komponen tersebut adalah terdiri dari :
a. Kualifikasi Guru
b. Sertifikat Pendidik
c. Kesesuaian latar Belakang Ijasah
d. Memiliki Tenaga Kepala Administrasi
e. Memiliki Kepala Lab/Bengkel
f. Memiliki Tenaga Kepala Perpustakaan
g. Jumlah Rombel
e. Instalasi Listrik
f. Ruangan Penunjang
g. WC/Jamban
Masing-masing komponen indikator Pemenuhan Relatif memiliki persyaratan agar mendapatkan skor 4. Prosentase IPR adalah 15 % dari Nilai Keseluruhan dalam proses Akresditasi.
D. Sedangkan Indicator Complaince Mutlak pada kegiatan akreditasi terdiri dari
a. Ijin Operasional Sekolah
b. Sertifikat Kepala Sekolah
c. Kelulusan
d. Waktu KBM
e. Kurikulum
Indikator Complain Mutlak merupakan dokumen yang harus dimiliki oleh Sekolah untuk mengikuti akreditasi. Oleh Karena itu sekolah harus mampu memenuhi persyaratan untuk kegiatan akreditasi ini.
Untuk Lebih jelasnya bagaimana menyiapkan dokumen Akreditasi materi ppt dapat didownload Disini
Sabtu, 06 Maret 2021
Kumpulan Video Terkait Akreditasi Baru
Kali ini saya akan memposting video-vidio terkait dengan kegiatan akreditasi sekolah. Video ini merupakan video yang saya ambil dan kumpulkan dari youtube milik pak Karjono, M.Pd, Pengawas senior dari lampung . Video ini sangat bermanfaat untuk membantu kegiatan Akreditasi di sekolah.
a. Cara Mudah Menyiapkan Dokumen Akreditasi 2021 ada pada
Link https://youtu.be/8YjJNOSbSxc
b. Tahapan Persiapan Akreditasi Di Sekolah ada pada Link https://youtu.be/LxNMaaWliTE
c. Hitung Cepat Nilai Akreditasi SMK 2021 ada pada https://youtu.be/5grolC3gPYM dokumen ada pada Download Aplikasi https://drive.google.com/file/d/1UyOn...
d. Cara Menghitung IPR Akreditasi IASP 2020 Untuk SD/MI; SMP/MTs; SMA/MA, SMK/MAK https://youtu.be/4CwYuedQiLY
