Kompetensi berasal dari bahasa inggris yaitu dari kata competence yang berarti kecakapan dan kemampuan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kompetensi diartikan sebagai kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan (memutuskan sesuatu) kompetensi juga merupakan perpaduan dari pengetahuan, keterampilan, nilai, berfikir dan bertindak. Sedangkan di dalam UU No. 14 tahun 2007 tentang guru dan dosen pasal 1 ayat 10 berbunyi Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati dan dikuasai oleh guru dan dosen dalam melaksanakan tugas keprofesionalanya.
Sedangkan Kepribadian merupakan Kepribadian adalah cara setiap individu tampil dan menampilkan kesan bagi
individu-individu lainnya. Setiap manusia memiliki kepribadian yang berbeda
tergantung pada sifat-sifat bawaan yang dimilikinya. Tidak ada yang namanya
kepribadian terbaik dan terburuk. Semuanya
memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Gordon W. Allport
memberikan definisi kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari
sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan fikiran individu secara
khas, istilah psikofisik yang digunakan allport dimaksudkan menunjukkan bahwa
jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu yang tidak dapat
dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi
interaksi dalam mengarahkan tingkah laku, istilah khas dalam batasan
kepribadian allport memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya
sendiri. Sedangkan dalam ensikopedi Indonesia kepribadian adalah
sikap hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa
yang membedakannya dari orang atau bangsa lain.
Menurut
William Marston (1928), tipe kepribadian dapat diketahui melalui observasi
terhadap pola perilaku yang ditampilkannya. Tipe kepribadian tersebut terdiri
dari:
a. Tipe Dominant
Yang disukai tipe ini: Kegiatan, kompetisi, kerja
keras, melakukan sesuatu, tantangan, mendapatkan hasil, menjadi pemimpin,
menyelesaikan tugas-tugas, dan lain-lain.
Lingkungan yang dibutuhkan: Kebebasan,
kewenangan, kegiatan yang bervariasi, kesempatan berkembang.
Gaya Komunikasi: Komunikasi lugas, terus
terang, dan sebagainya.
Kelemahan: Kurang sensitif terhadap
orang lain, kurang bisa santai, kurang sabar, dan sebagainya.
b. Tipe Inspiring
Yang disukai tipe ini: Mempengaruhi orang lain, rencana jangka pendek, membuat orang tertawa,
melakukan banyak hal/kegiatan, berbincang-bincang dengan orang lain, prestise
dianggap penting.
Penampilannya: Banyak bicara, pandai memulai hubungan, menyenangkan, cenderung
membesar-besarkan, mudah gembira, senang menonton.
Lingkungan yang dibutuhkan: Prestise, hubungan persahabatan, kesempatan mempengaruhi orang lain,
kesempatan untuk mengemukakan ide.
Gaya Komunikasi: Bersahabat dan komunikasi informal.
Kelemahan: Kurang bisa mengelola waktu, kurang realistis, kurang mendengarkan
orang lain, kurang memperhatikan penyelesaian tugas, dan lain-lain.
c. Tipe Supportive
Yang disukai tipe ini: Perdamaian, harmoni, ketenteraman hati, kelompok persahabatan, kerja
tim, kerja sama, dan lain-lain.
Lingkungan yang dibutuhkan: Wilayah khusus, identifkasi dengan kelompok, pola kerja yang mapan,
situasi yang stabil.
Gaya Komunikasi: Komunikasi yang hangat, terbuka dan tulus.
Kelemahan: Sulit menghadapi perubahan, kurang mampu mengatakan tidak, sulit
bertindak bebas, dan lain-lain.
d. Tipe Cautious
Yang disukai tipe ini: Konsistensi, kerja hebat, mengerjakan dengan tepat, informasi/data,
nilai, kualitas, segala sesuatu berjalan benar, ada perencanaan, prosedur, dan
kejujuran.
Lingkungan yang dibutuhkan: Tugas yang ditentukan jelas, sumber daya dan waktu yang cukup, bebas
mengajukan pertanyaan, resiko terbatas, tugas yang membutuhkan perencanaan dan
ketetapan.
Gaya Komunikasi: Komunikasi
yang logis, tepat dan detail
Kelemahan: Analisis berlebihan, kurang mampu menepati deadline,
perfeksionis, kurang mampu mengekspresikan perasaan, kurang memperhatikan
pentingnya perasaan orang lain.
a. Memiliki
tanggung jawab sebagai pengawas satuan pendidikan.
b. Kreatif
dalam bekerja dan memecahkan masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun
tugas-tugas jabatannya.
c. Memiliki
rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok dan tanggung jawabnya.
d. Menumbuhkan
motivasi kerja pada dirinya dan pada stakeholder pendidikan.
Dari empat Kompetensi Kepribadian tersebut, dapat dikembangkan terkait komponen-komponen Kepribadian antara lain :
a. Selalu
membuat program pengawasan untuk setiap semester dan setiap tahun
b. Kehadiran
dalam sekolah binaan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah
diprogramkan
c. Di sekolah
binaan melaksanakan pengawasan akademik dan pengawasan manajerial
d. Pada akhir
semester / tahun membuat hasil pengawasan dan disampaikan kepada sekolah dalam
rangka meningkatkan kinerja sekolah
e. Membahas
hasil pengamatan dengan guru dan kepala sekolah
2. Kreatif dalam bekerja dan memecahkan
masalah baik yang berkaitan dengan kehidupan pribadinya maupun tugas-tugas
jabatannya.
a. Selalu
mengupayakan inovasi terbaru
b. Memberikan
alternative baru dalam pemecahan masalah yang dihadapi sekolah
c. Mencoba
beberapa tekhnik dan metode pengawasan pada sekolah binaanya
d. Memberikan
saran-saran kepada kepala sekolah binaan dalam rangka meningkatkan kinerja
sekolah
e. Menciptakan
suasana yang harmonis dalam membina hubungan kemitraan dengan kepala sekolah,
guru, dan tenaga administrasi sekolah.
3. Memiliki rasa ingin tahu akan hal-hal baru tentang
pendidikan dan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang menunjang tugas pokok
dan tanggung jawabnya.
a. Mengikuti
kegiatan ilmiah atas inisiatif sendiri
b. Rajin
membaca buku, berdiskusi, dan bertanya
c. Menerima
pendapat orag lain dengan penuh kearifan
d. Tidak puas
dengan apa yang telah diketahuinya
e. Melakukan kegiatan penelitian.
4. Menumbuhkan motivasi kerja pada dirinya dan pada stake holder pendidikan
a. Bersemangat
dalam melaksanakan tugasnya
b. Pantang
menyerah bila ada kesulitan dalam melaksanakan tugas pengawasan
c. Memberikan
pujian/ penghargaan kepada siapapun yang bekerja penuh serta berprestasi
d. Senang
menghadapi tantangan dan persaingan.
C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Kepribadian
Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi kompetensi kepribadian secara umum, Yaitu:
1. Umur atau
kematangan sesorang. Konformisme semakin besar dengan bertambahnya usia.
2. Status
ekonomi akan mempengaruhi kepribadian karena bila sesoorang memiliki status
ekonomi yang mapan maka rasa nyaman dan percaya diri akan tumbuh.
3. Motifasi
diri. Adanya dorongan untuk memiliki status inilah yang menyebabkan seseorang
berinteraksi dengan orang lain, individu akan menemukan kekuatan dalam
mempertahankan dirinya di dalam lingkungan sosial.
4. Keadaan
keluarga dan lingkungan. Suasana rumah yang tidak menyenangkan dan tekanan dari
orang tua akan membentuk sebuah karakter individu dalam berinteraksi dengan
lingkungan.
5. Pendidikan.
Pendidikan yang tinggi adalah salah satu faktor dalam interaksi teman sebaya
karena orang yang berpendidikan tinggi mempunyai wawasan dan pengetahuan yang
luas, yang mendukung dalam pergaulannya.
Selain itu faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi kepribadian pengawas:
1. Kompensasi
Pegawai termasuk pengawas, apabila mereka memeperoleh kompensasi yang
memadai dan sesuai denga jerih payah, mereka cenderung akan memiliki motivasi
diri yang tinggi dalam melaksanakan pembinaan terhadap guru, motivasi sangat
mempengaruhi kepribadian pengawas.
2. Keteladanan
pemimpin
Keteladanan pemimpin sangat dibutuhkan oleh setiap bawahan di organisasi
manapun, pemimpin pengawas yang memiliki kompetensi kepribadian yang baik bisa
menjadi teladan bagi para pengawas untuk memiliki kompetensi kepribadian yang
baik.
3. Aturan
yang pasti
Aturan dapat menjadi pedoman pengawas dalam menjalankan tugasnya ,dengan
aturan yang pasti, secara mau tidak mau pengawas akan berusaha untuk
menjalankan tugas kepengawasannya dengan baik
4. Pengawasan
dan perhatian dari pemimpin
Pengawasan dan perhatian dari pemimpin sangat diperlukan demi terlaksananya
tugas para pengawas sekolah dalam hal ini KORWAS (koordinator pengawas/
kabupaten / kota )
5. Kecerdasan
emosi individu
Pengawas yang pandai dalam mengatur emosi, memiliki kecerdasan emosi
yang tinggi akan memiliki kemampuan dalam mengelola emosi, memotivasi diri
sendiri,mengenali emosi orang lai, kemampuan membina hubungan dengan orang
lain, dengan demikian akan mudah membentuk kompetensi kepribadian padadirinya
sendiri.
D.

0 komentar:
Posting Komentar